BRMP DIY Percepat LTT dan Implementasi PM-AAS 10.000 Hektare untuk Dukung Swasembada Pangan
SLEMAN - (01/07/2026) Dalam rangka percepatan pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Penetapan Target Luas Tambah Tanam (LTT) Juli 2026 lingkup Provinsi DIY di Auditorium BRMP DIY. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum percepatan implementasi Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) seluas 10.000 hektare di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rapat koordinasi dihadiri oleh Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc., Kepala BRMP DIY Dr. Soeharsono, S.Pt., M.Si., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si., Kepala Bidang Tanaman Pangan kabupaten se-DIY, jajaran penyuluh pertanian, LO dan Wakil LO Satgas Pangan BRMP DIY, serta Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Provinsi DIY.
Agenda rapat difokuskan pada dua hal utama, yaitu percepatan pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) bulan Juli 2026 serta sosialisasi, penetapan target, dan percepatan penerapan Program PM-AAS di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk periode Juli–September 2026.
Dalam arahannya, Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan menyampaikan bahwa capaian LTT Provinsi DIY selama periode Januari–Juni 2026 telah mencapai lebih dari 60 persen. Oleh karena itu, target LTT bulan Juli diharapkan dapat segera ditetapkan sesuai dengan potensi tanam di masing-masing wilayah agar seluruh capaian dapat berada pada kategori hijau pada akhir bulan.
Selain itu, disampaikan pula bahwa Program PM-AAS merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian dengan target pengembangan seluas 1 juta hektare secara nasional. Untuk Provinsi DIY, ditargetkan implementasi PM-AAS seluas 10.000 hektare dengan sasaran produktivitas mencapai 10 ton per hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY menekankan pentingnya percepatan pengajuan bantuan pemerintah, khususnya bantuan benih, untuk mendukung pencapaian target LTT pada periode berikutnya. Selain itu, penyuluh pertanian diharapkan segera melakukan pemetaan target dan capaian LTT serta identifikasi potensi wilayah penerapan PM-AAS.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BRMP DIY memaparkan strategi percepatan implementasi PM-AAS sebagai model pertanian modern berbasis teknologi tinggi dan mekanisasi. PM-AAS dikembangkan Kementerian Pertanian melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta mendukung swasembada pangan nasional.
Penerapan PM-AAS dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yaitu mekanisasi pertanian dengan pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern seperti drone dan rice transplanter, penerapan pola tanam modern melalui sistem tanam presisi dan penggunaan varietas unggul, serta manajemen budidaya terpadu melalui pengelolaan air dan pemupukan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dalam sesi diskusi, peserta rapat menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk mendukung keberhasilan implementasi PM-AAS, antara lain peningkatan kapasitas penyuluh, dukungan sarana produksi berupa benih, pupuk, herbisida, dan alsintan, serta penguatan jaringan irigasi dan perangkat uji hara tanah. Selain itu, penerapan teknologi budidaya seperti pruning padi, penggunaan pupuk dasar SP-36, serta langkah antisipasi terhadap serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) juga menjadi perhatian bersama.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BRMP DIY, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan percepatan Luas Tambah Tanam dan implementasi PM-AAS di Daerah Istimewa Yogyakarta dapat berjalan optimal guna mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.